Pasar Tumbuhan Obat; Agrofarmasi ( Bagian 1)

wallcoocom_photography_ff119.jpg

Pasar bahan baku biofarmaka merupakan keragaan supply dan demand dari bahan baku biofarmaka yang dibutuhkan oleh pabrik, dibedakan atas rimpang dan simplisia. Demand dan kebutuhan akan jenis biofarmaka yang diperlukan oleh industri obat tradisional, baik IKOT maupun IOT, juga sangat variatif. Hampir semua jenis biofarmaka dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan obat tradisional/jamu oleh berbagai industri obat tradisional Indonesia. Namun demikian, ada beberapa jenis biofarmaka budidaya yang dibutuhkan industri obat tradisional dalam jumlah besar, antara lain jahe (Zingiber officinale Roxb.) sebesar 5 000 ton/tahun, kapulogo (Ammomum cardamomum Auct.) 3 000 ton/tahun, temulawak (Curcuma aeruginosa Roxb.) 3 000 ton/tahun, adas (Foeniculum vulgare Mill.) 2 000 ton/tahun, kencur (Kaempferia galanga L.) 2 000 ton kering/tahun, kunyit (Curcuma domestica Val.) 3 000 ton kering/tahun dan 1 500 ton basah/tahun.

Berbagai jenis biofarmaka budidaya yang dibutuhkan oleh pabrik PT Sidomuncul, PT Air Mancur, PT Indo Farma, Dayang Sumbi, CV Temu Kencono, Indotraco, PT Nyonya Meneer, Herba Agronusa dan Jamu Jenggot, merupakan sebagian dari serapan simplisia biofarmaka oleh 10 industri besar dan 12 industri menengah obat tradisional di Indonesia. Di pasar domestik, rimpang temulawak (Curcuma aeruginoso Roxb.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale Roxb.) merupakan dua jenis biofarmaka budidaya yang banyak dipasok oleh petani untuk industri obat tradisional, baik industri besar maupun menengah, yaitu rata-rata 310 870 kg/tahun dan 272 854 kg/tahun

Di Indonesia, komoditas jahe (Zingiber officiniale Rosc.) yang memiliki demand cukup tinggi baik di pasar domestik, disesuaikan dengan bentuk, ukuran dan warna rimpangnya. Tiga jenis jahe yang berprospek adalah jahe putih besar (jahe gajah), jahe putih kecil dan jahe merah. Diantara ketiga jenis jahe tersebut, jahe gajahlah yang memiliki demand terbesar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Demand jahe dalam negeri terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan trend peningkatan konsumsinya, yaitu dengan pertumbuhan 18,71 % setiap tahunnya selama periode 1984- 1990. Demand jahe gajah di pasar domestik, seperti catatan Koperasi BPTO (Kobapto) Kab. Tawangmangu, Jawa Tengah, berkisar 5 000 ton per tahun. Hampir semua industri obat tradisional di Jawa Tengah membutuhkan jahe gajah sebagai bahan baku produksinya, seperti PT Sidomuncul membutuhkan sekitar 15 ton per bulan, PT Air Mancur 15 ton per bulan, CV Temu Kencono 10 – 12 ton per tahun dan PT Indotraco 40 ton per bulan .Rimpang jahe juga banyak dimanfaatkan oleh 10 industri besar obat tradisional dan 12 industri obat tradisional menengah pada tahun 1995 – 1999, yaitu sebanyak 1.364.270 kg. Sedangkan menurut Survey SUBDIT ANEKA TANAMAN (2001), jumlah kebutuhan jahe dalam negeri adalah 36.200 kg/bulan. Untuk kebutuhan lokal, demand komoditas jahe gajah yang meningkat seiring dengan semakin banyaknya pabrik jamu, farmasi, dan kosmetik banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), bahan makanan, minuman dan kosmetika.

Namun demikian, kenyataan di lapang menunjukkan bahwa agribisnis biofarmaka tidak berkembang dengan baik dan merata di seluruh Indonesia, karena petani dan pelaku usaha kurang memahami kebutuhan pasar domestik dan ekspor yang menginginkan produk siap pakai yang telah diolah. Kurangnya pemahaman tersebut karena menjual biofarmaka memang tak semudah menjual tanaman hortikultura lainnya, seperti sayur- sayuran atau buah-buahan. Disamping itu, keengganan petani untuk mengusahakan biofarmaka karena demand nya relatif belum semassal komoditas sayur-sayuran ataupun buah-buahan dan diantara ratusan jenis yang diperlukan industri obat tradisional hanya sedikit tanaman yang biasa dibudidayakan petani, seperti kencur di Nogosari dan jahe emprit di Ampel-Boyolali. Sebagai dampak dari kondisi diatas adalah belum/tidak terpenuhinya jumlah pasokan yang diminta oleh industri obat tradisional akan beberapa komoditas biofarmaka yang diperlukan, baik yang tumbuh liar maupun tanaman yang telah dibudidayakan. Bahkan sangat ironis sekali dengan adanya pernyataan dari APETOI bahwa stok biofarmaka Indonesia hanya cukup memenuhi permintaan untuk enam bulan saja. Hal ini menunjukkan bahwa eksistensi simplisia biofarmaka benar-benar sangat terbatas (TRUBUS, 2001).

Sebagai contoh, komoditas pegagan (Centella asiatica), herba liar yang tumbuh di pekarangan, kebun atau dibawah tegakan hutan, yang dibutuhkan pabrik lokal 25 ton per tahun hanya sanggup dipasok sebesar empat ton per tahun. Tidak hanya tanaman liar yang masih diburu dari alam bebas, beberapa biofarmaka yang telah dibudidayakan pun banyak yang belum mampu memenuhi permintaan pasar domestik. Jahe merah dan jahe emprit, biofarmaka yang selama ini telah dibudidayakan, yang dibutuhkan industri obat tradisional sebanyak 250 ton per minggu tidak dapat terpenuhi dari pasar domestik sehingga perlu dipasok dari pasar luar negeri yaitu melalui impor dari negara Cina. Komoditas adas yang kebutuhan nasionalnya mencapai 2000 ton per tahun, juga masih dipenuhi dari impor. Kencur (Kaempferia galanga L.), yang termasuk salah satu komoditas budidaya yang belum mampu memenuhi permintaan industri obat tradisional, dengan tingkat kebutuhan nasional 125 – 150 ton per minggu baru dapat terpenuhi sekitar 80 – 100 ton.Demikian pula halnya dengan daun makuto dewa, dari kebutuhan pabrik sebesar satu ton per bulan baru terpenuhi tidak lebih dari 15 – 20 kg/bulan.

Di Jawa Tengah, dengan lebih dari 100 industri obat tradisional besar, menengah dan kecil (rumahan), mengalami masalah yaitu tidak dapat terpenuhinya kapasitas produksi pabrik karena kekurangan bahan baku biofarmaka. Sebagai contoh, PT Indotraco Jaya Utama yang membutuhkan 180 ton kapulaga (Ammomum cardamomum Auct.) gelondong per tahun belum dapat terpenuhi dari pasokan dalam negeri. Padahal, jika melihat potensi di wilayah Priangan Timur, lahan biofarmaka ini cukup luas. Misalnya, di wilayah Kabupaten Ciamis yang memiliki tiga lokasi potensial untuk budidaya biofarmaka, yakni Gunung Sawal, Pangandaran, dan Panjalu. Di Kabupaten Tasikmalaya, terdapat sekitar 62 757 hektare perkebunan rakyat yang bisa digunakan untuk menanam biofarmaka. Juga di Kabupaten Garut, yang memiliki ketinggian mulai 0 hingga 1500 derajat, sangat potensial untuk budidaya biofarmaka. Di Kabupaten Sumedang sendiri, tanaman herbal telah ditanam diatas areal seluas 2 054.2 hektar dengan produksi 9 107 ton dengan jumlah petani yang terlibat 9 218 orang. PT Sidomuncul, produsen jamu terbesar di Indonesia, membutuhkan pasokansekitar 650 ton bahan baku biofarmaka (kapulaga, temulawak, temu ireng, kunyit, lengkuas dan lempuyang) setiap bulan. Jumlah ini masih dibawah kapasitas produksi yang mencapai 800 ton per bulan. Selain itu, PT Sidomuncul membutuhkan kunyit (Curcuma domestica Val.) tidak kurang dari lima ton rimpang basah per hari, itupun belum terpenuhi. Komoditas lengkuas (Languas galanga (L) Stuntz.) dan lempuyang (Zingiberis zerumbeti R) yang masing-masing diperlukan sebanyak 15 ton kering setiap bulan namun baru sekitar 30 – 40 ton per tahun yang dipasok oleh para petani mitra. Kebutuhan pabrik akan komoditas kencur (Kaempferia galanga L.) sebanyak 7 – 8 ton per hari atau 100 ton per tahun baru terpenuhi dari kontribusi petani sebanyak 20 ton . PT Jamu Nyonya Meneer yang memproduksi 200 ton jamu bubuk dan empat ton kapsul per bulan, juga mengalami kesulitan dalam memperoleh pasokan. Komoditas kapulaga (Ammomum cardamomum Auct.) misalnya, dari kebutuhan 10 – 15 ton per bulan baru sekitar lima ton yang dapat dipasok secara rutin oleh para petani pemasok.PT Indofarma, yang merupakan badan usaha milik negara di bawah Departemen Kesehatan, juga mengalami kesulitan pasokan bahan baku daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) yang membutuhkan minimal 8 – 12 ton per bulan hanya dapat dipasok oleh petani sebanyak empat ton per tahun. Sebagai dampaknya, industri obat tradisional PT Indofarma tersebut hanya mampu memproduksi Prolipid (pil antikolesterol) sebanyak 20 000 botol per bulan atau 1,2 juta butir per bulan dari kapasitas produksi pabrik yang mencapai 50 000 botol per bulan atau target produksi 25 000 – 30 000 botol per bulan sesuai dengan permintaan pasar pada tahun 2001. Demikian pula halnya dengan komoditas daun katuk, yang menjadi bahan baku produk Proasi, yang membutuhkan satu ton per bulan juga tidak dapat terpenuhi (TRUBUS, 2001).

Fenomena tersebut diatas menunjukkan bahwa pasar domestik bahan baku dan simplisia biofarmaka masih terbuka sangat lebar. Namun demikian, kita juga tidak dapat menutup mata dengan permasalahan yang dihadapi para petani pemasok, yaitu rendahnya kualitas bahan baku dan simplisia yang dihasilkannya, sementara industri obat tradisional menuntut kualitas yang tinggi agar bahan baku dan simplisia biofarmaka dapat diproses lebih lanjut menjadi obat atau kosmetika. Perkembangan industri herbal medicine dan health food di Indonesia dewasa ini meningkat dengan pesat. Pemanfaatan sumberdaya alam hayati, khususnya dari jenis biofarmaka, akan terus berlanjut, sehubungan dengan kuatnya keterkaitan bangsa Indonesia terhadap tradisi kebudayaan memakai obat tradisional. Kecenderungan ini telah meluas ke seluruh dunia dan dikenal sebagai gelombang hijau baru new green wave atau trend gaya hidup kembali ke alam back to nature.

This Article is supported by :

logo.jpg


About these ads

76 comments

  1. Lia Puspita Sari

    Nama saya Lia, saya lulus Apoteker bulan Juli kemarin dari UNAIR. saya sangat tertarik dengan bisnis pemasokan rimpang maupun simplisia karena peluangnya masih besar. Saya ingin menekuni bisnis ini, akan tetapi saya belum mempunyai pengalaman sama sekali. Cara budidaya tanaman terutama jahe sudah saya cari dan beberapa penampung tanaman obat di Surabaya sudah saya kantongi alamatnya. Masalahnya saya belum mengetahui pasti persyaratan rimpang jahe maupun simplisia laen, berapa kandungan aktif yang diinginkan oleh pabrik otrad maupun kosmetik. Apakah kita bisa mendaftarkan diri sebagai daerah didikan mereka untuk penanaman simplisia yang mereka butuhkan?jika bisa bagaimana caranya. Terimakasih atas informasinya.

  2. saya sangat tertarik dengan budidaya tanaman obat, namun terkendala dengan pemasaran. saya sedang mencari penampung hasil tanaman obat. mohon referensi dari rekan-rekan. terimakasih

    cipto
    juskesemek@yahoo.com

  3. Djena Gunawan

    Saya sedang menanam jahe merah, mohon diberikan informasi bisa disupply kemana dan berapa harga per kg nya jika saya supply kesana. Terima kasih…..

  4. Kami akan kirimkan JaPri Pak Djena.

    Untuk Zingiber officinale Rosc var Rubrum ini bagus untuk ekspor dalam keadaan simplisia kering. Kami bisa gunakan akses ke RRC untuk pasar ekspornya.

    Terima kasih

  5. muhib

    diantara ke tiga jenis jahe yg di budidaya kan, jenis mana yang paling mahal harganya dan berapa per kilogram nya ?
    Terima kasih………

  6. Dalam satuan /kg, jahe merah adalah yang paling mahal, sekaligus paling jarang dilakukan kultivasi karena memang pasarnya tertentu.

    Jahe putih kecil untuk saat ini yang paling banyak dicari untuk pasar lokal, dan jahe gajah adalah yang paling banyak ditawarkan untuk pasar global.

  7. arya

    salam sukses, nama saya arya, lulusan teknik kimia tetapis saya tertarik dengan tanaman obat khususnya jahe merah saat ini saat sedang menanam jahe merah tpi belom tahu kemarah harus di pasarkan mohon bantuan info pasaranya dan berapa harga sekarang kalo info bisa mohon binaannya .

  8. Rizki

    saya mahasiswi UNPAD sekarang sedang penelitian mengenai jahe emprit utk dibuat menjadi jahe bubuk. mohon informasi keberadaan kebun jahe emprit krn saya harus memperoleh bahan yg seragam utk penelitian.Jika ada masih di propinsi Jawa Barat. beberapa waktu lalu sempat menanyakan kpd pedagang di pasar induk caringin, hanya diberitahu dari daerah Garut, tempat pastinya pedagang tsb kurang tahu,.terimaksih

  9. Hegar

    Kang Galih, Saya ingin tau gimana sih kok bisa dapat jalur untuk menyuplai simplisia ke Industri ataupun ke Luar negeri. Saya tertarik juga jadinya.Trus gimana dapat jejaring yang luas itu?
    oh ya. klo untuk industri sebenarnya lebih suka ekstrak/simplisia?trus lakuan mana sih?PAsar ekstrak Indonesia apakah terbuka lebar.

  10. Hegar

    oh ya, trus gimana untuk memperluas pengetahuan tentang tanaman obat.kalo dari kuliah aja kayaknya masih dikit. Baca buku kadang kurang sempet juga.

  11. akhwan

    terima kasih sebelumnya, saya ingin bertanya berapa pasaran jahe merah dan dimana tempat penampungannyya

  12. Cevy

    Saya tertarik dengan budidaya tanaman obat, kira-kira tanaman apa yang prospeknya bagus dan bagaimana pemasarannya dan dimana tempat penampungannya.
    Terima kasih.

  13. santos

    kang galih, kalo pingin menekuni bisnis simplisia herbal ini, syaratnya harus punya modal banyak/ gmn?? trus kalo mau ekspor kan ribet tuh, trus sistem pembayarannya gmn?? kirim barang dulu ke luar negeri baru dibayar atau Cash on delivery

  14. undang kusmawan

    bagaimana caranya memasarkan kencur kepada pihak yang memerlukan saya siap menyediakan barangyan. terima kasih

  15. To : Peer

    Thank u for you articles and suggestions, dont stop creating something new for our nation!
    Let us build a new generation pharmacist and healtcares through Traditional Indonesian Medicine (TIM)

  16. widi

    Mas Galih yang baik
    Senang sekali menemuka web pribadi Anda ini. Saya yakin akan mendapatkan manfaat besar karenanya.
    Saya sedang mendampingi beberapa kelompok petani tepi hutan, saya sedang berpikir untuk mengembangkan tanaman dibawah tegakan yang bernilai ekonomis tinggi sehingga mengurangi perusakan hutan oleh para petani. Dapatkah anda menyarankan jenis tanaman obat yang prospeknya bagus dan mudah tumbuh di bawah tegakan? Juga alamat penampung produknya, bila ada.

    terimakasih banyak

    Salam
    Widi

  17. hendro

    kami juga menyediakan berbagai macam bahan2 jamu tradisional. Jika ada yg membutuhkan bs hbgi kmi. 081548656192

  18. LIMIN SANTOSO, Ir

    Saya adalah pembina kelompok tani di Lampung. Beberapa kelompok tani yang saya bina sejak lama menanam jahe emprit, namun sudah 3 tahun ini kesulitan untuk memasarkan jahe tersebut. Saya pernah menghubungi PT.Sido Muncul dan mereka bisa membeli jika jahe sudah dirajang dan dikeringkan. Karena hal ini dirasa menyulitkan petani, sehingga petani tidak mau menjual jahenya. Mohon informasi: Adakah perusahaan yang siap membeli jahe dari petani kami tanpa harus diolah terlebih dahulu? Terima kasih.

    • John J. Manoppo, SE

      selamat sore pak, perkenalkan nama saya John Manoppo,SE saya membutuhkan Jahe Merah ,Kunyit Putih dan Temulawak serta Ginseng,utk produksi Minuman Kesehatan .Berapa harga perkilonya ? Industri Kecil saya di Sentul ( Citeureup Bogor Jawa Barat ) utk lebih jelas dapat hub. saya di 081210677772 Terima kasih

      • selamat pagi,
        kami Unit pengelola benih sumber (UPBS) Balai penelitian tanamn rempah dan obat (Balittro) Bogor membina para penangkar jahe, kunyit, temulawak dan tanaman obat serta aromatik.

        Mandat utama kami adalah pembinaan terhadap penangkar benih rimpang-rimpangan, mendampingi petani dan menyediaakan bibit yang berkualitas.

        saat ini (2013) kami memiliki stok bibit rimpang-raimpangan, rimpang-rimpangan untuk industri farmasi, jamu dan praktisi tradisitonal.
        untuk informasi stok silahkan hubungi website kami di menu UPBS

        salam UPBS Balittro

        http://balittro.litbang.deptan.go.id

    • bagus prambudi

      08975774182 atau 081273557182

    • indra

      saya membutuhkan jahe gajah dan jahe kapur ada nomor yang bisa saya hubungi?.atau hub saya di no 085640907771

  19. Adib Ahmadi

    yang membutuhkan pasokan jahe gajah, bisa 1 ton perminggu, bisa hubungi saya di adibahmadi@yahoo.com

  20. yadzs

    dalam situs ini,adakah informasi ttg manfaat
    jahe dalam kehidupan sehari2?

  21. nama saya agung. saya dari farmasi UGM minat farmasi bahan alam. kami adalah angkatan pertama farmasi minat bahan alam. Alhamdulillah, kami sekarang 43 mahasiswa sudah lulus S1, dan sekarang sedang mengambil profesi Apoteker di Farmasi UGM. bila rekan2 butuh informasi tentang abstrak skripsi bahan alam kami, dapat klik di http://www.fbaugm.worpress.com. semoga dapat membantu

  22. agungtse

    nama saya agung. saya sudah lulus S1 Farmasi UGM minat Bahan Alam. sekarang kuliah profesi apoteker di universitas yang sama. kami 43 orang angkatan pertama minat bahan alam. bila rekan2 ada yang membutuhkan abstrak skripsi kami, dapat buka di fbaugm.wordpress.com. semoga dapat membantu

  23. mulyadi.s

    Saya Mulyadi,saya tinggal di Pekanbaru-Riau, saya dan beberapa teman sedang budidaya jahe merah, saya mohon bantuan untuk mendapatkan info pemasaranya dan cara mendapatkan bibit uggulnya. Bibit yang saya dapatkan saat ini dari orang yang mengaku konsultan PT.SidoMuncul (apakah benar), mohon informasinya.
    Terimakasih

  24. perkenalkan saya sugeng nurbiantoro mahasiswa farmasi unair tahun 2004, saat ini saya sedang usaha dibidang simplisia bersama rekan-rekan saya dari farmasi unair surabaya. namun kendala yang saya hadapi yakni pemasaran kami kurang begitu luas. kalo boleh minta masukan bisa tolong kirimi penampung penampung simplisia didaerah jatim dan kiat kiat apa saja yang dibutuhkan untuk memasukkan barang kita ke pabrik. mohon bantuannya

  25. Rokhmad susilo

    Saya ada lahan 12 ha sebagian baru ditanam karet 2 ha cocok untuk tanam kapulogo dimana cari bibitnya atau kita usaha bersama / mitra hub. 08164564541 susilo
    Terima kasih

  26. Anang

    Dear mas galih

    Ditempat saya banyak terdapat komodity cabe jamu..bisakah saya mendapatkan alamat penampung komodity tsb.

    Trimakasih
    Anang

  27. silvia

    ada yang membutuhkan pegagan? bagaimana caranya memasarkan pegagan ke consumen? sy tertarik untuk menanam jahe, kencur dan yang lainnya. Ada yang bisa memberikan bimbingan? mohon bantuannya juga untuk memasarkan hasilnya, terima kasih.

  28. Ikhwan

    Saya Ikhwan,,, Saya mendapat informasi bahwa Jamu Sido Muncul membutuhkan patner bisnis untuk penanaman jahe. saya mempunyai lahan 10 Hektar terdapat di daerah dingin, sangat cocok untuk tanaman jahe,
    kami butuh informasi jenis jahe yang di butuhkan oleh sido muncul. karena bibit tersebut tidak sembarang..
    intinya kami ingin bekrejasama dengan sido muncul…
    kami mau membeli bibit dari sido muncul dan pihak sido muncul sebagai pembeli.

    mohon informasi harga bibit dan harga jual////
    terima kasih

  29. Dodi wendri

    saya punya lahan kencur & bisa panen kira-kira 5 ton/pekan,saya bingung memasarkannya.Bisa carikan tempat penampungan serta alamatnya……….?

  30. Iskandar Ali

    Saya Iskandar di duri, Pekanbaru, Riau….
    Saya mau nanya berapa harga jahe merah sekarang, trus minta dong no telp agen yg mau beli.
    Terimakasih.

  31. sore bapak bapak bg yang membutuhkan jahe ada sm kami trim.s

  32. dedy surya

    saya sangat tertarik dengan penyediaan bahan kencur dan saya bs sediakan minimal 3 ton perminggu. apakah saya bs memasok kencur ke perusahaan ini? dan bagaimana caranya? kira-kira harga berapa per kg? terimakasih.

  33. bagus prambudi S.P

    saya siap menampung cabe jawa kering
    ,,sms ke 08975774182

  34. Hasudungan

    Saya Hasudungan di Palu, Sulteng
    Ingin menanyakan harga jahe merah basah dan kering per kg skrg brp. Siap untuk suplai dalam volume besar.

  35. johan wili

    saya johan wili, supplier kencur siap supplai dalam jumlah besar
    hubungi saya di wili.nusa@gmail.com

  36. budi

    untuk temulawak rajang kering kami bisa suplay rutin perminggu 7ton
    harga nego,bila berminat hubungi kami di email budiagro@gmail.com

  37. safik vario

    saya punya lahan tanaman kencur yang luas dan saat ini mencari penerima kencur? bisa dibantu…?

  38. saya sedang panen jahe putih ,apakah anda bisa mmberikan ksmptan untuk sy mnjual jahe kpd pasar anda ? terimakasih

  39. Nama saya Sugeng dari kota Blitar Jatim ,
    saya tertarik dengan budidaya bahan baku biofarmaka ,
    beberapa bulan ini saya belajar dan mencoba membudidayakan jahe merah tentunya dengan pola lingkungan sehat menggunakan media tanam yang organik .

    Yang menjadi pikiran buat saya, cara pemasarannya .

    Mohon pengetahuan cara budidaya yg lebih baik dan cara pemasarannya .

  40. Hary ashari

    Saya Hary,saya ada lahan ginseng merah siap panen,saya bingung pemasarannya..mohon infonya agan2..trims

  41. sugik

    nama saya sugik saya tertarik budidaya ginseng dimana saya dapat membeli bibit ginseng wilayah jogja solo & brapa harganya?

  42. selamat pagi,
    kami Unit pengelola benih sumber (UPBS) Balai penelitian tanamn rempah dan obat (Balittro) Bogor membina para penangkar jahe, kunyit, temulawak dan tanaman obat serta aromatik.

    Mandat utama kami adalah pembinaan terhadap penangkar benih rimpang-rimpangan, mendampingi petani dan menyediaakan bibit yang berkualitas.

    saat ini (2013) kami memiliki stok bibit rimpang-raimpangan, rimpang-rimpangan untuk industri farmasi, jamu dan praktisi tradisitonal.
    untuk informasi stok silahkan hubungi website kami di menu UPBS

    salam UPBS Balittro

  43. sofyan

    di kampung saya banyak sekali daun PEGAGAN yg tumbuh liar,dan ingin saya budidayakan . kalau ada pasar yg potensial dan menguntungkan saya akan mengembangkan usaha ini,,,

  44. 3 hari yang lalu saya berpetualang menemui para petani di pelosok garut jawa barat,mula nya ada buyer yg membutuhkan pasokan jahe gajah, namun susah dapat krn musim panen raya jahe sudah lewat.. ketika bertemu dengan sekian bayak petani mereka meminta saya untuk membatu memberikan bibit dan gemuk,, kali aja ada pemodal bisa bekerja sama.. jumlah lahan garapan di satu desa saja bisa mencapai 30 ha. waktu sy mendatangi dinas terkait untuk berbincang saja , mereka siap mempalitasi lahan bahkan menawarkan dalam jumlah yang besar … NB kali aja ada yang minat jahe merah bisa hub saya , cos buyer yg kemaren ga mau terima jahe merah.. yg mau shering ke oukancil@gmail.com .watur nuhun …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 279 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: