Sertifikasi Organik

ps_03950.jpg

Tentang sertifikasi yang relevan terhadap produk fitofarmaka dan aromatik, sebenarnya tidak terbatas hanya untuk organik saja, setidaknya- untuk saat ini- terdapat empat macam sertifikasi yang menunjukkan standar dasar sebuah produk dapat memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan oleh pasar. Adapun sertifikasi dasar yang sebaiknya dipenuhi oleh produsen untuk memasuki pasar – dan bersaing tentunya- adalah sebagai berikut :

  1. Sertifikasi Manajemen Kehutanan atau Forest Management Stewardship Council ( FSC ) . Salah satu publikasi yang menarik seputar sertifikasi ini adalah “ Tapping The Green Market” oleh P. Stanley et al ( 2002). Tujuan dari publikasi ini adalah untuk menjelaskan proses sertifikasi dari produk hasil hutan non kayu. Hal tersebut termasuk kriteria detail dari proses sertifikasi berdasarkan prinsip Forest Stewardship Council. Pada tahun 2001, sebuah perusahaan Brasil mendapatkan sertifikasi FSC untuk lahan hutan perawan seluas 80 hektar dimana dari area tersebut diolah bahan mentah untuk menghasilkan ekstrak biofarmaka dan tanaman aromatik. Sangat diharapkan untuk inisiatif dari para pelaku pasar melakukan sertifikasi semacam ini.
  2. Sertifikasi Sosial, atau yang lebih dikenal dengan Perdagangan Berkeadilan ( Fair Trade ). Kebutuhan untuk produk yang memenuhi syarat perdagangan berkeadilan sangat tinggi di Uni Eropa. Badan sertifikasi terkenalnya adalah FLO- Fairtrade Labelling International . Mereka menghasilkan standar perdagangan berkeadilan untuk jangkauan variasi produk yang sangat luas termasuk untuk produk biofarmaka dan tanaman aromatik.
  3. Sertifikasi Organik, lembaganya adalah International Federation of Organic Agriculture Certification ( IFOAM). Kebutuhan untuk sertifikasi organik bagi bahan mentah dan olahan biofarmaka serta tanaman aromatik semakin meningkat di Uni Eropa. Pada bentuk lain, sertifikasi organik juga berfungsi untuk menjamin kualitas. Untuk mengetahui kebutuhan produk organik, silakan mengambil referensi regulasi Uni Eropa EEC 2092/91 dan EC 1804/ 1999 ( lihat aturannya di sini ), atau kontak IFOAM . Market CBI juga menyediakan hasil survei makanan organik yang menyediakan informasi berharga untuk sertifikasi organik.
  4. Sertifikasi Kualitas Produk semacam GMP ( Good Manuacturing Practices) dan GACP ( Good Agricultural And Collection). Untuk hal ini silakan langsung mengunjungi situs WHO

Saat ini, total nilai pasar untuk produk organik sekitar 530 euro dan 630 euro pada harga FOB ( Free On Board ), dimana 19 % diperuntukkan bagi suplemen makanan dan 14 % untuk pengobatan. Uni Eropa angkanya sekitar 43 %. Dari total pasar organik, 22% adalah bagian dari fitofarmaka dan tanaman aromatik.

Bagaimana Indonesia ?

Di sini, sebenarnya belum ada lembaga yang secara internasional terakreditasi melakukan sertifikasi organik terhadap produk agro, ada salah satunya BIOCERT di Bogor yang memberikan informasi tentang proses sertifikasinya. Rekomendasi kami, silakan untuk melakukan kontak ke SKAL International di info@skalint.com, mereka memiliki cabang di Indonesia dengan kontak teleponnya di ( 021) 78842016 atau email langsung secara personal winaryo@attglobal.net . Kalau untuk SKAL ini, sertifikasi hasil survei oleh mereka diakui di Uni Eropa ( EU), Amerika Serikat ( USDA/ NOP), dan Jepang ( JAS). Sebenarnya, ada beberapa lembaga yang mampu melakukan pengukuran kadar organik semacam organoklorin, karbamat, organofosfat, dan kandungan nutrisi semacam Balai Penelitian Pasca Panen, dan Universitas, namun, yang menjadi masalah, apakah kredibilitas dan reputasi mereka diakui secara internasional ? Itu dia masalahnya, karena walau bagaimanapun juga, sertifikasi produk ini adalah salah satu bagian dari mata rantai sistem bisnis yang masih memerlukan banyak lagi tahapan di depan untuk dilaksanakan, ya, semangat untuk para entrepreneur Indonesia, tugas kita masih banyak.

19629.jpg

Oh iya, sertifikasi ini bukan hanya untuk produk fitofarmaka dan tanaman aromatik ya, tetapi berlaku juga untuk produk tekstil ( kapas organik),produk farmasi ( GMP), produk makanan ( GMP), produk kosmetik ( GMP), beras ( organik), bahkan untuk kayu jati ( Fair Trade ) juga, selain itu, saat ini di Indonesia juga ada satu lembaga non pemerintah yang telah memiliki sertifikasi FSC, yaitu Telapak, berpusat di Bogor.

Naturalife Greenworld and Co


by : Maximillian

4 comments

  1. kalo produk kedele, bisa di ulas enggak Pak Galih?

  2. Saat ini, total nilai pasar untuk produk organik sekitar 530 euro dan 630 euro pada harga FOB ( Free On Board )
    Ini satuannya apa? Per Kg? atau dalam juta euro?

  3. 1. Untuk kategori holtikultura, Bapak bisa cek langsung ke web Uni Eropa, kalau memang membutuhkan, kami akan sampaikan via email.

    2. Dalan juta euro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: