Pasar Tumbuhan Obat dan Aromatik Dunia


Selama tiga dekade terakhir telah terjadi pertumbuhan pengobatan bahan alam yang cukup substansial di berbagai belahan dunia Saat ini, 80 % populasi di negara berkembang menggunakan obat berbasis bahan alam untuk kebutuhan pelayanan kesehatan, dengan alasan pengobatan semacam ini tersedia secara luas dan mudah untuk mendapatkannya. WHO telah memprediksikan bahwa pada dekade yang akan datang, persentase yang sama dari penduduk dunia tetap akan menggunakan obat bahan alam. Pada banyak negara berkembang, penggunaan obat bahan alam didukung oleh efek samping dari obat bahan kimia, berikut semakin besarnya akses publik tentang informasi kesehatan ( WHO, 2005). Saat ini, pengobatan berbasis tanaman memiliki pangsa pasar sekitar 30 % ( FNR, Agency of Renewable Resources, 2005).

Prakiraan nilai keseluruhan dari farmasi bahan alam sangat bervariasi. Laird dan Pierce memperkirakan bahwa market obat bahan alam berada pada angka 18,2 milyar Euro pada 1999 ( 1 Euro = 1,066 Dolar AS). Eropa memiliki pangsa pasar sebesar 36 %, Asia 26 %, Amerika Utara 21 %, dan Jepang sebesar 11 %. Sisanya dari seluruh dunia sekitar 7 % ( Lard and Pierce, 2002). Laporan nasional IENICA untuk Jerman memperkirakan tingkat turn over untuk tanaman obat dan makanan fungsional sekitar 17, 9 milyar Euro ( 1 euro = 1,13 dolar AS) pada 2003, dengan keseluruhan Eropa pada angka sekitar 6 milyar euro ( IENICA 2004).

img_03672.jpg

Pada 2002, market dunia untuk bahan alam diperkirakan mencapai angka 80 milyar euro pada 2010, dengan tumbuhan obat mencapai nilai 80% dari pasar ini ( LatinPharma, 2003). Hampir senilai 3,7 milyar euro ( dari harga produsen manufaktur hingga pedagang besar) berputar pada obat herbal kategori OTC di semua negara Eropa di tahun 2003.

Di Eropa, kebutuhan farmasi bahan alam selalu meningkat senilai 10 % setiap tahunnya, sebagian karena pertumbuhan popularitas metode pengobatan alternatif dan sebagian juga karena semakin dikenalnya kemanfaatan dari sistem pengobatan tradisional ( World Wildlife Fund). Namun, manakala pertumbuhan pasar suplemen herbal dan obat herbal menurun pada angka moderat 4- 6 %, peningkatan pertumbuhan terlihat pada area makanan fungsional. Diperkirakan penjualan ekstrak ke industri makanan, untuk kebutuhan produk makanan fungsional meningkat sekitar 20 % per tahun ( Nutraingredients Europe 2006), sementara angka konsumsi meningkat pada angka 6- 7 % per tahunnya, dengan pertumbuhan terbesar pada produk untuk kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh ( Foodtechnology, 2005)

Walaupun peningkatan pertumbuhan pasar di Eropa semakin menurun pada tahun terakhir, namun angka pertumbuhan pasar obat bahan alam tetap ada. Pasar terbesar untuk fitofarmaka di Eropa adalah Jerman dan Perancis, sekitar dua pertiga dari pasar Eropa pada angka 6 milyar Euro pada 2003 ( IENICA, 2004). Jerman menguasai 39 % pangsa pasar, sementara Perancis, Italia, Polandia, Britania Raya, dan Spanyol mengitkuti pada angka 29, 7, 6, 6, dan 4 %.

Selain informasi di atas, fakta di bawah ini mengindikasikan prospek obat bahan alam dan penggunaan bahan alam di industri farmasi :

– Penerimaan obat yang mengandung ekstrak tumbuhan dalam jumlah yang sangat tinggi diantara pasien. Untuk kategori obat semacam ini dapat digunakan sebagai obat psikiatri, penenang, kerusakan hati, atau sistem kekebalan tubuh ( FNR, Agency of Renewable Resources, 2005)

– Pada 2001, market global untuk suplemen yang berhubungan dengan makanan berada pada angka 56,5 milyar euro. Eropa pada angka 16,7 milyar euro. Suplemen herbal memiliki pangsa pasar 39 % dari total penjualan ( Grunwald and Herzberg, 2002). Untuk suplemen herbal tunggal, termasuk Echinacea, bawang [utih, ginseng, goldenseal, saw palmetto, dan St John’s Wort, penjualannya di bawah performa yang seharusnya ( Nutraceuticals World). Pasar suplemen herbal mengalami hambatan yang disebabkan oleh pasokan bahan baku, dalam hal ini adalah dengan kualitasnya. Rata- rata pertumbuhan global berada pada angka 8,7 % ((Grünwald and Herzberg, 2002).

– Pada februari 2006, Institut Federal Jerman untuk Obat dan Peralatan Kesehatan ( BfArM) melaporkan total jumlah obat herbal yang mendapatkan lisensi dan terregistrasi pada pasar Jerman. Terdapat total sejumlah 2454 produk obat bahan alam yang memiliki otoritas pemasaran atau telah melengkapi prosedur registrasi. Ini berarti telah terjadi pertumbuhan sebesar 8 % sejak Agustus 2004. 1952 ( 79,5%) adalah tumbuhan tunggal dan 437 ( 20,4%) merupakan kombinasi lebih dari satu tumbuhan atau ekstrak. BfArM juga melaporkan jumlah keseluruhan anthroposophic dan obat homeopath terregistrasi, sebagian besar berbasis tumbuhan bahan alam ( BfArM, 2006)

top-herbal-crops.jpg

by : Maximillian

2 comments

  1. jojokaisar

    Saya punya kayu gaharu yang mengandung resin aromatik, kalo berminat dapat hubungi email saya jojokaisar@gmail.com.
    JOJO

  2. yandhie

    Akh galih…
    Apa kabar… Pusing euy baca bisnis farmasinya…
    blog yang bagus, tapi apa mas galih punya blog yang lebih personal? pengen baca kalo ada…

    makasih…
    ijin ngelink ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: