Maximillian

Arsip untuk ‘Pharmaceutical Engineering’ Kategori

Bahan Baku Farmasi; 90% Impor

In Pharmaceutical Engineering, Supply Chain on Oktober 13, 2008 at 04:05

raw-material-demand-project.jpg

Demand Projection for Pharmaceuticals

The market of pharmaceuticals in the country is expected to continue increasing by some 15-18 % a year within the next five years. . There were three factors contributing to optimistic expectation . First and the most important factor was rupiah stability hovering around 9,000 per U.S. dollar. The rupiah stability is important as imported basic materials accounted for 85%-90% of the cost of good sold for pharmaceutical products in the country. The 5% hike in the prices of medicines had no much effect on the sales as the consumers have been used to 8%-10% inflation rate.

Second, was the growing awareness of the people of health as indicated by the fast growing consumption of health drinks (energy drink) since 2002, and an increase in per capita sales.

Third, was per capita consumption, which was still among the lowest in Asean. Per capita consumption of pharmaceuticals was about US$ 8 a year as against US$ 15 in Malaysia, the Philippines and Thailand and about US$ 25 in Singapore.

Pasar obat Indonesia potensial, namun data lapangan menunjukkan bahwa penyerapan pasar sangat kecil, bahkan paling kecil di Asia Tenggara. Denga ukuran jumlah penduduk Indonesia yang besar, ini memang aneh.

Banyak variabel irasional yang terbentuk dari konstruksi budaya lokal, terutama pandangan bahwa kesehatan bukan hak orang yang tidak memiliki penghasilan layak.

Dari data penjualan obat di Indonesia, dapat ditarik kesimpulan bahwa berbisnis bahan baku sintetik akan sangat tidak menguntungkan, terlihat dari penyerapan produk obat sintetik pada sektor hilir farmasi.

market-value.jpg

Hampir 90% bahan baku yang digunakan di industri farmasi Indonesia adalah impor. Ketergantungan yang teramat tinggi pada bahan baku impor menjadikan industri farmasi Indonesia sangat rawan, apalagi dengan keadaan kurs rupiah yang tidak stabil, manakala rupiah anjlok, perusahaan akan ikut goyah.

Mengenai impor bahan baku sebenarnya semua negara di dunia juga melakukannya, bahkan AS pun sekitar 50% bahan baku obatnya juga diimpor,namun yang menyebabkan mereka terus tumbuh dan seimbang antara neraca impor dengan ekpornya adalah karena bahan baku lokalnya pun diekspor. Lain dengan Indonesia, meski 90% bahan bakunya impor dengan bahan baku lokal sejumlah 10 %, bahan baku lokal ini belum bisa diekspor.

by : Maximillian

Proses Produksi Kopi

In Manufacturing Technology, Pharmaceutical Engineering on November 16, 2007 at 03:04

kopi-cangkir-grafis.jpg

Anda pasti kenal akrab dengan kopi bukan ? Ya, minuman ini adalah salah satu yang familiar dengan kehidupan harian penduduk bumi. Apa yang istimewa dari kopi, kami akan membahas satu persatu mulai aspek farmakologis, hingga proses pembuatan kopi.

Kafein adalah komponen alkaloid derivat xanthin yang berfungsi sebagai stimulan psikoatif pada manusia. Memiliki pengaruh langsung pada sistem saraf pusat dan stimulan metabolik. Kafein menstimulan sistem saraf pusat dan menyebabkan peningkatan kewaspadaan, kecepatan dan kejelasan alur pikiran, peningkatan fokus, serta koordinasi tubuh yang lebih baik.

Apa manfaat dan resiko mengkonsumsi kopi ? Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan, antara lain :Menurunkan resiko alzheimer, menurunkan resiko penyakit batu empedu,menurunkan resiko penyakit parkinson, peningkatan kognitif, peningkatan efek analgesik, antidiabetik ( diabetes tipe 2- terutama untuk pengkonsumsi hingga 7 cangkir/ hari), anti kanker, kardioproteksi ( perlindungan jantung), laksan ( pencahar), diuretik ( memperlancar urinasi), antioksidan (pencegah kanker), menurunkan resiko gout, menurunkan resiko karies gigi.

350px-caffeine_metabolites.png

Selain manfaat, resiko dari konsumsi kopi adalah : ketegangan, konstipasi, perubahan warna gigi, peningkatan LDL ( Low Density Lipoprotein) pada kopi tertentu, dan tekanan darah tinggi.

Proses Produksi Kopi
1. Sortasi
Setelah melalui proses seleksi, biji kopi akan disortasi lagi menurut bobot dan ukuran. Selama proses ini, terjadi proses pembersihan dari benda asing pada biji kopi hijau sebelum mengalami proses produksi.
2. Penyimpanan
Biji kopi disimpan sesuai dengan keperluan penggorengan berikutnya.
3. Penggorengan
4. Pencampuran
5. Ekstraksi :
Ekstraksi menggunakan pelarut air.
6. Filtrasi ( Penyaringan)
7. Sentrifugasi
8. Evaporasi ( Penguapan) :
Fungsinya adalah untuk mendapatkan kadar ekstrak ideal
9. Pemisahan :
Dipisah sesuai dengan kebutuhan hasil akhir olahan kopi yang dibutuhkan yaitu :
a. Spray Dried
b. Aglomerasi
c. Ekstraksi Biasa

10. a.1. Spray Drying
Prinsipnya adalah untuk menghilangkan air, dengan cara ekstrak dilewatkan dalam sebuah kolom; temperatur tinggi dalam kolom tersebut akan menguapkan air hingga didapatkan bubuk kopi. Bubuk kopi dikumpulkan pada bagian bawah kolom.
10. a. 2. Aglomerasi
Bubuk kopi spray dried direbus lagi untuk mendapatkan gumpalan antar partikel bubuk yang lebih besar, fungsinya adalah untuk mendapatkan rasa yang lebih kaya dan aroma yang lebih kuat.
10. a. 3 Ekstraksi
Kopi hasil ekstraksi awalan tidak mengalami proses lagi, dan langsung dikemas.

proses-kopi.jpg

by : Maximillian

Indonesia” Pharmacy Raw Material, 90% Import

In Pharmaceutical Engineering, Supply Chain on April 1, 2007 at 14:04

raw-material-demand-project.jpg

Demand Projection for Pharmaceuticals

The market of pharmaceuticals in the country is expected to continue increasing by some 15-18 % a year within the next five years. . There were three factors contributing to optimistic expectation . First and the most important factor was rupiah stability hovering around 9,000 per U.S. dollar. The rupiah stability is important as imported basic materials accounted for 85%-90% of the cost of good sold for pharmaceutical products in the country. The 5% hike in the prices of medicines had no much effect on the sales as the consumers have been used to 8%-10% inflation rate.

Second, was the growing awareness of the people of health as indicated by the fast growing consumption of health drinks (energy drink) since 2002, and an increase in per capita sales.

Third, was per capita consumption, which was still among the lowest in Asean. Per capita consumption of pharmaceuticals was about US$ 8 a year as against US$ 15 in Malaysia, the Philippines and Thailand and about US$ 25 in Singapore.

Pasar obat Indonesia potensial, namun data lapangan menunjukkan bahwa penyerapan pasar sangat kecil, bahkan paling kecil di Asia Tenggara. Denga ukuran jumlah penduduk Indonesia yang besar, ini memang aneh.

Banyak variabel irasional yang terbentuk dari konstruksi budaya lokal, terutama pandangan bahwa kesehatan bukan hak orang yang tidak memiliki penghasilan layak.

Dari data penjualan obat di Indonesia, dapat ditarik kesimpulan bahwa berbisnis bahan baku sintetik akan sangat tidak menguntungkan, terlihat dari penyerapan produk obat sintetik pada sektor hilir farmasi.

market-value.jpg

Hampir 90% bahan baku yang digunakan di industri farmasi Indonesia adalah impor. Ketergantungan yang teramat tinggi pada bahan baku impor menjadikan industri farmasi Indonesia sangat rawan, apalagi dengan keadaan kurs rupiah yang tidak stabil, manakala rupiah anjlok, perusahaan akan ikut goyah.

Mengenai impor bahan baku sebenarnya semua negara di dunia juga melakukannya, bahkan AS pun sekitar 50% bahan baku obatnya juga diimpor,namun yang menyebabkan mereka terus tumbuh dan seimbang antara neraca impor dengan ekpornya adalah karena bahan baku lokalnya pun diekspor. Lain dengan Indonesia, meski 90% bahan bakunya impor dengan bahan baku lokal sejumlah 10 %, bahan baku lokal ini belum bisa diekspor.