Maximillian

Arsip untuk ‘Food and Drugs Administration’ Kategori

Good Manufacturing Practice ( GMP)

In Food and Drugs Administration, Manufacturing Technology on Januari 25, 2008 at 03:00

2701.jpgSeperti yang sudah saya bahas di tulisan sebelumnya mengenai standar organik, sekarang giliran saya akan bahas standar industri makanan olahan, atau produksi farmasi yang rasanya farmasi banget ! Yaitu Good Manufacturing Practice atau terjemahan bahasanya, Cara Pembuatan Obat yang Baik ( CPOB), pertama untuk terjemahan ini, saya juga merasa aneh, kok ada “obat”nya, perasaan di perkataan asal nggak ada kata “ drugs” sama sekali, aneh. Ya, memang aneh, karena sebenarnya istilah GMP akan memiliki 3 kategori yaitu GMP for Drugs ( standar tertinggi, untuk proses produksi farmasi berupa obat), GMP for Food ( standar untuk proses produksi farmasi yang berupa makanan ), dan GMP for Cosmetics ( standar untuk proses produksi farmasi yang berupa kosmetik).

Jadi, begini ceritanya, jangkauan industri farmasi sebenarnya memang menyangkut 3 jenis industri besar yaitu obat, makanan,dan kosmetik ( kalau saya sih, bidang pabriknya di nomor 2 dan 3, lebih asyik, hehe…Soalnya, saya nggak suka bidang “kesehatan”, sukanya bidang “kelezatan” dan “kecantikan”, suiit… ). Industri farmasi bukan melulu soal obat dan berbau perawatan kesehatan, tetapi juga makanan, apa contohnya? Formulasi makanan yang melibatkan farmasis di dalamnya adalah : Teh Botol Sosro ( Dosen saya nih, Pak Iwang Soediro alm. namanya), minuman suplemen Red Bull, minuman Root Beer-nya A& W, formulasi makanan bayi Nestle,dan minuman Coca Cola. Nah kan ? Jadi, industri makanan pun, standarnya adalah, standar farmasi, begitu….( Tetap, buat saya, Say No To Drugs! Penginnya sih, bikin sediaan inhalasi ( lewat saluran pernapasan) dalam bentuk rokok, buat kesehatan, yoi, bingung gimana caranya ya ? Semisal, buat yang sakit flu, sediaan obatnya dalam bentuk cerutu Kuba rasa kopi Starbuck, kan asyik tuh!)

Cerita eh cerita, begini jalannya, ini salah satu versi penjelasannya :

Good Manufacturing Practice or GMP (also referred to as ‘cGMP’ or ‘current Good Manufacturing Practice’) is a term that is recognized worldwide for the control and management of manufacturing and quality control testing of foods and pharmaceutical products.

Since sampling products will statistically only ensure that the samples themselves (and perhaps the areas adjacent to where the samples were taken) are suitable for use, and end-point testing relies on sampling, GMP takes the holistic approach of regulating the manufacturing and laboratory testing environment itself. An extremely important part of GMP is documentation of every aspect of the process, activities, and operations involved with drug and medical device manufacture. If the documentation showing how the product was made and tested (which enables traceability and, in the event of future problems, recall from the market) is not correct and in order, then the product does not meet the required specification and is considered contaminated (adulterated in the US). Additionally, GMP requires that all manufacturing and testing equipment has been qualified as suitable for use, and that all operational methodologies and procedures (such as manufacturing, cleaning, and analytical testing) utilized in the drug manufacturing process have been validated (according to predetermined specifications), to demonstrate that they can perform their purported function(s).

In the US, the phrase “current good manufacturing practice” appears in 501(B) of the 1938 Food, Drug, and Cosmetic Act (21USC351). US courts may theoretically hold that a drug product is adulterated even if there is no specific regulatory requirement that was violated as long as the process was not performed according to industry standards.

Secara alur kerja, bisa disederhanakan sebagai berikut :

gmpflow.gif

Sertifikasi Organik

In Food and Drugs Administration on Januari 18, 2008 at 02:32

ps_03950.jpg

Tentang sertifikasi yang relevan terhadap produk fitofarmaka dan aromatik, sebenarnya tidak terbatas hanya untuk organik saja, setidaknya- untuk saat ini- terdapat empat macam sertifikasi yang menunjukkan standar dasar sebuah produk dapat memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan oleh pasar. Adapun sertifikasi dasar yang sebaiknya dipenuhi oleh produsen untuk memasuki pasar – dan bersaing tentunya- adalah sebagai berikut :

  1. Sertifikasi Manajemen Kehutanan atau Forest Management Stewardship Council ( FSC ) . Salah satu publikasi yang menarik seputar sertifikasi ini adalah “ Tapping The Green Market” oleh P. Stanley et al ( 2002). Tujuan dari publikasi ini adalah untuk menjelaskan proses sertifikasi dari produk hasil hutan non kayu. Hal tersebut termasuk kriteria detail dari proses sertifikasi berdasarkan prinsip Forest Stewardship Council. Pada tahun 2001, sebuah perusahaan Brasil mendapatkan sertifikasi FSC untuk lahan hutan perawan seluas 80 hektar dimana dari area tersebut diolah bahan mentah untuk menghasilkan ekstrak biofarmaka dan tanaman aromatik. Sangat diharapkan untuk inisiatif dari para pelaku pasar melakukan sertifikasi semacam ini.
  2. Sertifikasi Sosial, atau yang lebih dikenal dengan Perdagangan Berkeadilan ( Fair Trade ). Kebutuhan untuk produk yang memenuhi syarat perdagangan berkeadilan sangat tinggi di Uni Eropa. Badan sertifikasi terkenalnya adalah FLO- Fairtrade Labelling International . Mereka menghasilkan standar perdagangan berkeadilan untuk jangkauan variasi produk yang sangat luas termasuk untuk produk biofarmaka dan tanaman aromatik.
  3. Sertifikasi Organik, lembaganya adalah International Federation of Organic Agriculture Certification ( IFOAM). Kebutuhan untuk sertifikasi organik bagi bahan mentah dan olahan biofarmaka serta tanaman aromatik semakin meningkat di Uni Eropa. Pada bentuk lain, sertifikasi organik juga berfungsi untuk menjamin kualitas. Untuk mengetahui kebutuhan produk organik, silakan mengambil referensi regulasi Uni Eropa EEC 2092/91 dan EC 1804/ 1999 ( lihat aturannya di sini ), atau kontak IFOAM . Market CBI juga menyediakan hasil survei makanan organik yang menyediakan informasi berharga untuk sertifikasi organik.
  4. Sertifikasi Kualitas Produk semacam GMP ( Good Manuacturing Practices) dan GACP ( Good Agricultural And Collection). Untuk hal ini silakan langsung mengunjungi situs WHO

Saat ini, total nilai pasar untuk produk organik sekitar 530 euro dan 630 euro pada harga FOB ( Free On Board ), dimana 19 % diperuntukkan bagi suplemen makanan dan 14 % untuk pengobatan. Uni Eropa angkanya sekitar 43 %. Dari total pasar organik, 22% adalah bagian dari fitofarmaka dan tanaman aromatik. Read the rest of this entry »

Indonesia; Pasar Irasional dan Emosional

In Food and Drugs Administration, Service Area on April 11, 2007 at 04:06

.perbandingan-pasar.jpg

Nilai pasar rokok sebesar 161 trilyun/ tahun, atau setara dengan 8 kali nilai pasar farmasi. Logikanya, Indonesia adalah captive market untuk farmasi jika banyak masyarakat yang sakit karena rokok. Namun, angka kematian rokok yang tinggi di Indonesia beserta rendahnya serapan pasar farmasi menunjukkan bahwa apresiasi masyarakat Indonesia terhadap kesehatan sangat rendah.

Edukasi pasar yang kurang, rendahnya tingkat pendidikan, beserta tingginya harga obat yang diimbangi dengan rendahnya daya beli masyarakat, memberikan jawaban alternatif dari angka statistik di atas.

by : Maximillian